USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
KUE SEMPRIT LOLON GEDANG, SI PAHIT ENAK
YANG TERBUANG
BIDANG KEGIATAN:
PKM-K
Di Usulkan oleh:
ABD.GAFUR NIM. A1C012001 (2012)
AZIZATUL
LUTFIAH NIM. J1A014012 (2014)
NUR JUMRATUL HASANAH NIM. J1A014085 (2014)
NUR AZIZAH NIM. C1K014070 (2014)
Ringkasan
Ide
usaha ini berawal dari hasil penelitian salah satu rekan kami, Azizatul Lutfiah
(Mahasiswi Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan UNRAM) yang menemukan metode
dalam mengolah batang pepaya menjadi tepung yang mengandung karbohidrat yang
cukup, yang mulanya batang pepaya ini banyak kami jumpai tergeletak menjadi
sampah khususnya di Desa Dames kawasan NTB, sehingga tidak jarang menggangu pemandangan
dan terkesan merusak lingkungan. Hal ini kemungkinan akibat dari minimnya
pengetahuan masyarakat tentang kandungan dan manfaat dari batang papaya itu
sendiri.
Dengan
olahan tepung ini memberikan kami peluang untuk mengolah kue yang cukup murah,
populer, dan yang terpenting disukai oleh masyarakat. Kekhasan dari tepung ini
terletak pada wangi alami yang dikeluarkan oleh tepung ketika sudah diolah
menjadi kue. Dan tentu saja hal ini akan menjadi nilai tambah bagi produk yang
dihasilkan sekaligus sebagai pembeda dari produk kue sebelumnya. Melalui
kegiatan ini, tidak hanya akan menumbuhkembangkan jiwa wirausaha pada diri
mahasiswa, melainkan juga melalui kegiatan ini mahasiswa secara kritis dapat
memanfaatkan sumber daya alam yang mulanya dianggap sebagai masalah namun
kemudian dapat dimanfaatkan dengan mudah.
Kegiatan
usaha yang direncanakan selama empat bulan ini, dalam proses pelaksanaannya
membutuhkan dana sebesar Rp 8.471.000.
Dengan proses produksinya selama dua bulan akan didapatkan laba bersih sebesar
Rp 3.810.000 dengan asumsi bahwa semua produk dapat laku
terjual. Pengolahannya
yang cukup sederhana, baku yang cukup
mudah didapatkan di NTB serta pangsa pasarnya yang masih cukup luas di NTB, tentu saja hal ini menjadi peluang besar
khususnya bagi para mahasiswa untuk bisa menjadikannya sebagai usaha. Selain
itu juga, belum adanya usaha sejenis yang memanfaatkan batang pepaya sebagai
bahan baku kue semprit, serta kekhasan nya
yang berbeda dari kue-kue sebelumnya, memunculkan keoptimasan kami atas prospek
usaha ini kedepannnya. Melalui kegiatan ini juga menunjukkan bahwa sesuatu yang
dianggap tidak ada nilai jualnya akan sangat bernilai ekonomis jika diolah dan
dikemas dengan baik, dan harapan nantinya kegiatan ini mampu membuka peluang
wirausaha mahasiswa sebagai pelaksana secara khusus, serta meningkatkan tarap
hidup masyarakat pada umumnya.
Keywords :
Batang
Pepaya, Tepung, Kue Semprit
A. JUDUL : Kue Semprit Lolon Gedang,
Si Pahit Enak yang Terbuang
B.
LATAR BELAKANG MASALAH
Sampai sekarang ini
masih banyak masyarakat yang tidak mempedulikan pelestarian alam dan tidak
memperhatikan lingkungan sekitar. Salah satu sumber limbah yang banyak dibuang
oleh masyarakat adalah batang pohon pepaya (Carica
papaya L) atau lolon gedang
(Bahasa Sasak) terutamanya di desa Dames kawasan NTB. Tidak jarang batang
pepaya yang sudah ditebang dibiarkan tergeletak menjadi sampah, bahkan merusak
pemandangan dan kebersihan lingkungan, Padahal jika limbah batang pepaya
tersebut dimanfaatkan tentunya akan memberikan nilai ekonomis, salah satunya
adalah diolah menjadi tepung yang nantinya dapat dijadikan bahan baku pembuatan
kue semprit yang banyak disukai oleh masyarakat NTB.
Selain itu, Selama ini pemanfaatan pohon pepaya
terbatas pada buahnya saja, sehingga tidak jarang bagian-bagian dari pohon ini
tidak memiliki nilai jual dan bahkan hanya menumpuk menjadi sampah organik.
Selain itu, produk olahan buah pepaya yang ada cenderung menimbulkan kejenuhan
masyarakat dikarenakan kurangnya inovasi dalam kualitas rasa dari produk olahan
tersebut. Untuk itu diperlukannya produk alternatif supaya dapat memenuhi
permintaan masyarakat. Adanya permasalahan
ini membuat peluang pasar makanan sehat akan terbuka lebar. Salah satu cara
untuk menarik perhatian masyarakat adalah membuat terobosan baru yang memiliki
kandungan gizi tinggi, tetapi harganya dapat dijangkau masyarakat dengan
pengolahan serta pengemasan ekonomis namun tetap sehat.
Di Provinsi NTB khususnya kota Mataram, salah satu peluang
bisnis yang masih terbuka lebar adalah usaha di bidang jajanan kue. Hal ini
dilihat dari tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Namun, seiring
meningkatanya harga bahan-bahan pembuatan kue seperti tepung terigu,
menjadikannya sebagai salah satu faktor penghambat dari kelangsungan usaha
jajanan kue tersebut. Hj.
Husnanidiaty Nurdin, sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Nusa Tenggara
Barat (NTB) juga pernah mengatakan “Ketergantungan masyarakat NTB terhadap
pangan dari beras saat ini masih cukup tinggi dan berada pada posisi
kedua dari 33 provinsi di Indonesia. Begitu juga dengan impor tepung terigu
untuk bahan baku kue” (http://www.ntbprov.go.id/). Data juga menunjukkan, Sejak
kuartal III 2007, harga terigu di dalam negeri mulai mengalami peningkatan
seiring dengan meningkatnya harga gandum dunia. Hingga saat ini, harga terigu
di dalam negeri masih tinggi, yaitu pada kisaran Rp 7.600 per kg. Kenaikan
harga gandum dunia yang signifikan hingga mencapai puncaknya pada kuartal I
2008, mengakibatkan lonjakan harga terigu di dalam negeri. Namun sejak kuartal
II tahun 2008, harga gandum dunia terus mengalami penurunan hingga saat ini.
Pada saat harga gandum dunia mengalami kecenderungan penurunan, harga terigu di
dalam negeri masih tetap tinggi, meskipun stabil pada kisaran harga Rp
7.400-7.600 per kg. (Renstra
Kementrian Perdagangan RI 2010-2014).
Menyingkapi permasalahan tersebut, maka diperlukan
alternatif-alternatif kreatif guna menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu
kami dalam perencanaan usaha ini mengusung judul yang memanfaatkan sumber daya
lokal sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi kebutuhan tepung terigu.
Adanya produk olahan dari tepung batang pepaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu
alternatif bagi masyarakat, dalam memproduksi kue yang memiliki nilai gizi
tinggi. Dengan terobosan baru ini diharapkan akan membantu masyarakat untuk
mendapatkan bahan-bahan subtitusi dalam pembuatan kue semprit yang bernilai
sosial yakni membantu masyarakatat dalam mengurangi limbah organik yang ada.
Dan bernilai ekonomis, yakni salah satu
alternatif peluang usaha, sehingga terciptanya lapangan kerja baru untuk
mengurangi pengangguran terutama di kalangan mahasiswa.
C.
RUMUSAN MASALAH
Latar belakang menjadi permasalahan dalam
proposal ini adalah sebagai berikut:
1. Tingginya
harga tepung terigu sebagai bahan baku
usaha kue sering kali menjadi faktor penghambat dari kelangsungan usaha kue
semprit di NTB.
2. Batang pepaya kaya akan karbohidrat
belum banyak dimanfaatkan masyarakat NTB sebagai bahan baku pembuatan kue
3. Konsep penyajian produk yang kreatif
dan ramah lingkungan sehingga meningkatkan selera konsumen.
D. TUJUAN KEGIATAN
Secara
rinci, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Membongkar
keterbatasan yang ada pada diri mahasiswa untuk berwirausaha .
2. Mempopulerkan
batang pepaya sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan kue semprit
3. Menciptakan
konsep pengabdian kepada masyarakat dengan membuka lapangan kerja baru yang
mampu menaikkan taraf hidup warga di NTB
E. KELUARAN YANG
DIHARAPKAN
Dengan ditemukannya sebuah metode untuk
mengolah batang pepaya sehingga dapat bemanfaat, maka luaran yang diharapkan
dari program ini adalah suatu produk yang sehat serta diminati oleh banyak
masyarakat. Kue semprit terbuat dari tepung batang pepaya yang awalnya dibuang
sebagai sampah dan menjadi limbah masyarakat ini diharapakan menjadi sebuah
produk yang bernilai ekonomis dan sosial. Kue semprit yang dihasilkan murah, dan kaya gizi. Dengan
alasan ini kami berharap usaha kue semprit nantinya dapat dijalankan oleh
mahasiswa dan memiliki keuntungan bisnis yang menjanjikan
F. MANFAAT KEGIATAN
USAHA
1.
Bagi Pemerintah dan Dikti
Membantu
pemerintah melalui instansi DIKTI untuk ikut serta membangun dan
mengimplementasikan rencana bisnis berdasarkan bidang yang dipelajari mahasiswa
menjadi suatu produk yang dapat membantu menangani permasalahan yang berkaitan
dengan minimnya lapangan pekerjaan serta mengatasi segala permasalahan
lingkungan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
2.
Bagi Mahasiswa
Pelaksanaan
program ini akan merangsang mahasiswa dalam menumbuhkan jiwa wirausaha serta
menuntut mahasiswa untuk dapat bekerja dalam tim yang akan menumbuhkan
kesolidan dan kekuatan tim. Program ini dapat menumbuhkan sikap kepedulian
mahasiswa terhadap tuntutan sosial dan lingkungan masyarakat
3.
Bagi Masyarakat dan Mitra
Melalui
program ini dapat memberikan pengatahuan bagi masyarakat untuk lebih mengenal
secara luas manfaat dari sumber daya alam yang terkadang sebelumnya dianggap
sebagai limbah.
G.
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Masyarakat
NTB, terkenal dengan prilaku konsumtif (doyan makan) dan rasa penasaran yang
cukup tinggi terhadap adanya sebuah jajanan baru yang baru beredar di
masyarakat. Perilaku konsumtif ini membuat masyarakat NTB tidak mampu menahan
hasratnya untuk mencicipi sebuah inovasi baru yang beredar di masyarakat. Dengan melihat kehidupan masyarakat NTB
yang kebanyakan menyukai makanan ringan daripada makanan dengan porsi banyak
maka peluang pasar untuk produk kue dari batang pepaya ini masih terbuka lebar
apalagi masyarakat pasti merasa bosan dengan produk kue yang biasa-biasa saja.
Oleh
sebab itu, kami dari tim pelaksana akan berusaha untuk menjajankan produk kue
ini dengan harga yang relatif terjangkau oleh keaadaan ekonomi masyarakat. Selain
itu, kondisi alam NTB yang masih terjaga membuat pohon pepaya mudah sekali
untuk tumbuh subur dengan sangat cepat. Ditambah lagi dengan keadaan ekonomi
masyarakat NTB yang semakin hari semakin membaik, memberikan peluang pasar yang sangat baik
bagi berlangsungnya kegiatan usaha ini karena masih belum ada inovasi untuk
mengolah batang pepaya menjadi kue sebelumnya, Sehingga kegiatan usaha ini akan memberikan profit
yang sangat tinggi bagi pengusung usaha.
Sampe saat ini kebanyakan mahasiswa pada
umumnya masih banyak yang menjadi pengangguran walaupun sebenarnya mereka
mempunyai kemampuan dalam berkarya, oleh karena itu dengan ditemukannya suatu
cara dalam memanfaatkan batang pepaya ini sebagai bahan baku pembuatan kue maka
akan membuka kesempatan besar tenaga kerja produktif yang awalnya masih menjadi
pengangguran untuk terlibat dalam usaha ini. Dengan bahan baku tepung dari
batang pepaya yang dapat dibuat sendiri, diharapkan akan dapat menghasilkan
pemasukan yang relatif besar pula dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan
dalam proses produksinya.
1. Keberlanjutan Kegiatan
Program ini merupakan salah satu
bentuk usaha yang menggunakan bahan baku batang pohon pepaya yang cukup mudah
ditemukan, karena di daerah NTB sendiri terdapat berbagai lahan yang sudah
dijadikan sebagai pengembangan pohon pepaya. Dengan metode mengolah batang
pepaya menjadi tepung yang cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang cukup
lama juga menjadikan usaha ini memang layak dikembangkan oleh masyarakat.
Selain karena minat masyarakat terhadap jajanan seperti kue semprit sangat
tinggi, juga karena bahan bakunya yang mudah
didapat dan dapat diproses sendiri tanpa memakan biaya yang relatif besar.
2. Rencana
Produksi
Rencana produksi kue semprit adalah
sebagai berikut :
a. 1 bulan: 100 toples
b. 2 bulan : 2 x 100 Toples = 200 Toples
Harga kue semprit adalah Rp. 30.000
per toples
3. Analisis Keuangan
Investasi awal yang diperlukan:
1 buah Cangkul @Rp 75.000 = Rp 75.000
1 buah Linggis @ Rp 100.000 = Rp 100.000
1 mesin Penggiling @ Rp 350.000 = Rp 350.000
2 paket Cetakan Kue @ Rp 25.000 = Rp 50.000
200 Toples @ Rp 5.000 =
Rp 1000.000
5 buah Nampan besar @ Rp 30.000 = Rp 150.000
1 lusin Sendok @ Rp 15.000 = Rp 15.000
2 buah Setples @ Rp 15.000 = Rp
30.000
4 pasang Sarung Tangan Lateks @ Rp
5.000 = Rp 20.000
2 buah Timbangan Tepung @ Rp 80.000 =
Rp 160.000
2 buah Golok @ Rp 80.000 = Rp
160.000
2 buah Pisau @ Rp 50.000 =
Rp 100.000
4 buah Telenan Kayu @ Rp 15.000 =
Rp 60.000
3 buah Baskom @ Rp 75.000 =
Rp 225.000
2 Centong @ Rp 10.000 = Rp 20.000
5 Loyang alumunium @ Rp 10.000 =
Rp 50.000
2 Ayakan Rp 10.000 =
Rp 20.000
1 Plastik @ Rp 4.000 =
Rp 4.000
1 Mixer @ Rp 250.000 =
Rp 250.000
2 Kompor Gas @ Rp 350.000 =
Rp 350.000
2 Oven @ Rp 300.000 =
Rp 600.000
2 Kuas kue @ Rp 10.000 =
Rp 20.000
2 buah Tabung LPG @ 150.000 = Rp 300.000
Jumlah
Investasi Awal Rp
4.109.000
9.
Biaya Operasional Per Bulan
10 bungkus Kapur sirih @ Rp. 1000 =
Rp. 10.000
5 bungkus Garam @ Rp. 5.000 = Rp. 25.000
10 Kg Gula halus @ Rp. 20.000 = Rp. 200.000
80 butir Telur ayam @ Rp. 1.500 = Rp. 120.000
5 Kg Susu Bubuk @ Rp. 40.000 = Rp. 100.000
20 Tps Vanili @ Rp. 2000 = Rp. 40.000
6 Kg Butter @ Rp. 30.000 = Rp. 180.000
6 Kg Margarin @ Rp. 30.000 =
Rp. 180.000
7 botol Selai Buah @ 10.000
= Rp.
70.000
2 Kg Tepung Maizena @25.000 = Rp. 50.000
1 buah LPG @ Rp.20.000 = Rp. 20.000
Jumlah Biaya
Operasional (1 Bulan) Rp.
1.095.000
Analisis
Pendapatan dan Keuangan
Produksi 1 bulan = 100 Toples
Produksi 2 bulan : 2 x 100 = 200 Toples
Harga kue semprit yang ditawarkan = Rp. 30.000 per Toples
Hasil penjualan 2 bulan
= 200 x Rp. 30.000
=
Rp. 6.000.000,00
Total biaya operasional 2 bulan = 2 x Rp. 1.095.000
=
Rp. 2.190.000
Keuntungan tiap 2 bulan = Rp. 6.000.000 – Rp. 2.190.000
=
Rp. 3.810.000
H.
METODE PELAKSANAAN
Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan
ini terbagi menjadi tiga tahap :
1.
Tahap
Persiapan dan Pengolahan
2.
Tahap
Pelaksanaan Pemasaran
3.
Tahap
Evaluasi
Bagan 1. Alur
produksi Kue Semprit
![]() |
·
Persiapan dan
Pengolahan
Tahap persiapan dan
pengolahan kue semprit batang pepaya terdiri atas dua proses yaitu pembuatan
tepung batang pepaya dan pembuatan kue semprit.
Proses Pembuatan Tepung Batang Pepaya
1)
Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum
membuat tepung batang pepaya, langkah awal yang akan kita lakukan adalah
mempersiapkan alat dan bahan. Hal itu dilakukan agar dapat memperlancar proses
pembuatan tepung batang pepaya sehingga dapat diolah menjadi kue.
Adapun tahap
persiapan alat dan bahan meliputi:
Alat
|
Bahan
|
||
a.
Pisau
b.
Wadah
c.
Parut
d.
Penyaring
e.
Mesin penghalus
f.
Nampan
|
a.
batang pepaya
b.
Kapur
|
||
Cara Kerja Pengolahan Batang Pepaya Menjadi Tepung
1)
Membersihan batang pepaya yang sudah dikupas dari kulit
batang
2)
Memotong batang tersebut dengan ukuran yang lebih kecil
3)
Merendam batang pepaya dengan air kapur selama 1 hari (24
jam)
4)
Membersihkan batang yang sudah direndam tersebut sampai
bersih
5)
Memarut atau menggiling batang pepaya sampai halus
6)
Memeras batang yang sudah digiling sampai benar-benar kering
7)
Mengeringkan hasil perasan tersebut dibawah sinar matahari
8)
Menggiling batang pepaya yang sudah kering hingga menjadi
tepung
Proses Pembuatan Kue Semprit
1)
Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum
membuat usaha kue semprit, langkah awal yang akan kita lakukan adalah
mempersiapkan alat dan bahan. Hal itu dilakukan agar dapat memperlancar proses
produksi kue semprit sehingga dapat diterima oleh konsumen. Selain itu
kelengkapan alat dan bahan dapat menjadi indikator keberhasilan proses produksi
yang berkualitas dan memiliki cita rasa yang disukai.
Adapun
tahap persiapan alat dan bahan meliputi
Alat
|
Bahan
|
||
a.
Kompor
b.
Sendok
c.
Oven
d.
Cetakan (spuit)
e.
Plastik
f.
MiXer
|
c.
Tepung batang pepaya
|
||
Cara Kerja Pembuatan Kue Semprit dari Tepung Batang Pepaya
1)
Memasukkan margarin, gula, kuning telur, dan kocok hingga
menyatu
2)
Menambahkan vanili dan mengaduk rata adonan hingga mengembang
3)
Mencampur adonan dengan tepung batang pepaya hingga menjadi
adonan yang katalis dan siap dibentuk sesuai cetakan
4)
Mengoven hasil cetakan
·
Tahap Pelaksanaan Pemasaran
Pemasaran merupakan kegiatan yang
sangat penting karena dengan pemasaran, produk yang dihasilkan dapat dikenal
dan dipasarkan kepada konsumen. Pemasaran dapat dikatakan berhasil ketika
terdapat suatu strategi pemasaran yang efektif dan menarik konsumen. Pada
tahap pemasaran ini, meliputi pencarian tempat-tempat yang dapat membantu
memasarkan produk kue semprit, misalnya warung, toko, swalayan, atau pasar yang
dapat melakukan kerjasama dalam penjualan produk tersebut. Selain itu perlu
adanya perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak agar program ini dapat
berjalan dengan baik.
·
Tahap
Evaluasi
Pada
tahap evaluasi, Kami akan melakukan kalkulasi / penghitungan hasil dan keuntungan
atau kerugian yang diperoleh serta mengevaluasi segala factor yang mempengaruhi
keuntungan atau kerugian tersebut, khususnya yang berasal dari luar. Kemudian
kami juga akan mengevaluasi system manajemen dari tim kami sehingga segala
kegiatan yang telah kami lakukan sesuai dengan prosedur yang di tentukan
setelah itu akan dilakukan penyusunan laporan oleh tim pelaksana kepada tim
pemantau / evaluator dari pusat
I.
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
No
|
Jenis
Pengeluaran
|
Biaya
(Rp)
|
1
|
Peralatan penunjang
|
4.109.000
|
2
|
Bahan Habis Pakai ( 2 bulan)
|
2.190.000
|
Biaya Perjalanan
|
250.000
|
|
4
|
Lain-Lain
|
1.922.000
|
Total
|
8.471.000
|
|
4.2 Jadwal Kegiatan
Kegiatan PKM-K ini akan dilaksanakan selama 4 bulan
masa percobaan dengan penjabaran kegiatan sebagai berikut :
No
|
Kegiatan
|
Bulan ke-1
|
ke-2
|
Ke-3
|
Ke-4
|
||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1.
|
Breafing
awal tim
|
||||||||||||||||
2.
|
Pengadaan
alat dan bahan
|
||||||||||||||||
3
|
Riset pasar
dan desain promosi
|
||||||||||||||||
4.
|
Produksi
|
||||||||||||||||
5
|
Pemasaran
dan menjalin mitra usaha
|
||||||||||||||||
6
|
Monitoring
dan Evaluasi Program
|
||||||||||||||||
7
|
Penyerahan
Laporan
|
||||||||||||||||
N.
DAFTAR PUSTAKA
Azizatul Lutfiah, 2013.
Pemanfaatan Batang Pepaya Sebagai Alternatif Pengganti Tepung Terigu Dalam
Pembuatan Kue Semprit.
http://www.ntbprov.go.id/. Di akses pada tanggal 22 September 2014, pada pukul 22.00
wita.
Renstra Kementrian Perdagangan RI
2010-2014
Lampiran
Berikut
ini merupakan hasil dari penelitian sebelumnya yang menghasilkan metode
pengolahan batang pepaya menjadi tepung dan dan sekaligus menjadi latar belakang kegiatan usaha ini.

