Rabu, 04 Januari 2017

Pejuang Cilik, yang Patut di sayangkan...



Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya kemarin berkunjung, di salah satu pantai yang sangat indah di lombok tengah, pantai seger.

Pemandangan pantai seger kemarin, tetap lah tidak ada yang berubah, tetap indah dan menawan. hampran sawah yang menhijau, deburan ombak yang luar biasa keras, dan beberapa pe selancar yang berjemuran di tengah laut menjadi fanorama yang cukup memberikan kesegaran mata saya.
setiba disana, kami pun langsung duduk, merebahkan badan pada beberapa bangku kayu yang memang sudah di persiapkan. dan tak perlu menunggu lama untuk mengambil kamera dan mulai menjepret-jepret pemandangan indah pantai saat itu. Tapi...
ketenangan kami yang sedang merasakan hangatnya angin laut, tiba-tiba sedikit terusik oleh beberapa adk kecil yang menjajakan dagangannya. saya sebenarnya sangatlah senang melihat para pejuang cilik ini berdagang. dengan usianya yang cukup belia dan seharusnya fokus pada pendidikan, tapi mereka mau bersusah payah ikut berusaha tuk sekedar membantu orang tua berjualan.
awalnya memang sangat takjub dan bangga. sekaligus mendapatkan siraman semangat dari mereka semua.
akan tetapi lama kelamaan saya cukup agak kurang nyaman dengan cara mereka berdagang. pendekatan yang mereka lakukan kepada para pengunjung sepertinya sedikit kurang baik. sebagai pedagang yang baik tentunya, memberikan waktu sedikit untuk para pengunjung disana, istirahat duduk melepaskan rasa lelah dalam perjalanan. akan tetapi mereka langsung menyodorkan jualan, dan yang paling parah seperti memaksakan kehendak supaya dagangannya di beli. ini yang tentunya sangat menjengkelkan bagi saya kemarin.
sebagai orang lokal tentu saya biasa saja menanggapinya, karena mereka juga masih kecil dan belum faham tentang konsep pemasaran.
akan tetapi jika ini terus di biarkan, terutama jika pengunjungnya adalah orang luar atau warga asing lalu di sambut dengan sikap tersebut. saya yakin bukan ketenangan yang mereka dapat ketika berkunjung melainkkan gangguan dan hilangnya rasa nyaman..

ini mungkin hal kecil, tapi jika tidak diperhatikan dan pemerintah lepas tangan dalam hal pemberdayaan, malah ini saya yakin akan menjadi faktor berkurangnya minat pengunjung untuk datang ke pantai seger atau pun pantai-pantai lainnya di lombok tengah. 

1 komentar: